Peran Security Operations Center (SOC) dalam Membangun Cybersecurity Maturity: Insight dari Diskusi BCSA bersama Defenxor

Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber, organisasi tidak lagi cukup hanya mengandalkan solusi keamanan yang bersifat preventif. Kemampuan untuk memantau aktivitas mencurigakan, mendeteksi ancaman lebih cepat, dan merespons insiden secara efektif menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan bisnis.
Salah satu pendekatan yang semakin berperan dalam membangun kemampuan tersebut adalah melalui Security Operations Center (SOC). Dengan menggabungkan teknologi, proses, dan keahlian manusia, SOC membantu organisasi mendapatkan visibilitas yang lebih baik terhadap lingkungan IT sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai ancaman siber.
Insight tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam sesi diskusi antara Brunei Cyber Security Association (BCSA) dan Defenxor yang berlangsung dalam rangka program 3rd Overseas Learning Journey (OLJ) pada 30 Juni 2026. Program ini dirancang untuk mendorong pertukaran pengetahuan, memperkuat kolaborasi antar institusi, serta memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa dan profesional di bidang cybersecurity.
Selain membahas teknologi dan operasional SOC, diskusi juga mengangkat berbagai tantangan yang masih dihadapi industri, mulai dari keterbatasan talenta cybersecurity, pentingnya security awareness, hingga bagaimana organisasi dapat memanfaatkan teknologi seperti AI untuk menghadapi perkembangan ancaman yang semakin dinamis.
Berbagai perspektif tersebut menunjukkan bahwa membangun ketahanan siber bukan hanya tentang memiliki teknologi keamanan, tetapi juga bagaimana organisasi membangun kemampuan monitoring, detection, dan response yang matang melalui kombinasi teknologi, proses, dan sumber daya manusia.
Kolaborasi dan Knowledge Sharing untuk Membangun Cybersecurity Maturity
Ancaman siber berkembang tanpa mengenal batas wilayah maupun industri. Teknik serangan yang semakin kompleks membuat organisasi perlu terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan kapabilitas, dan belajar dari pengalaman praktis yang telah diterapkan oleh berbagai pihak.
Semangat tersebut menjadi landasan penyelenggaraan Overseas Learning Journey (OLJ) oleh BCSA. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan profesional cybersecurity untuk memperoleh pengalaman langsung melalui pertukaran wawasan bersama pelaku industri.
Dalam kunjungannya ke Defenxor, peserta tidak hanya mempelajari bagaimana layanan cybersecurity dijalankan, tetapi juga memahami bagaimana organisasi membangun kemampuan keamanan secara bertahap. Salah satu aspek penting yang dibahas adalah bagaimana Security Operations Center (SOC) menjadi bagian dari strategi keamanan modern, khususnya dalam membantu organisasi melakukan monitoring, mendeteksi ancaman, dan merespons insiden secara lebih efektif.
Sebagai penyedia layanan cybersecurity di Indonesia, Defenxor berbagi pengalaman mengenai bagaimana SOC modern diterapkan untuk membantu berbagai organisasi menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang. Melalui kombinasi teknologi, proses operasional, dan keahlian tim keamanan, SOC menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan cybersecurity maturity.
Melalui knowledge sharing ini, peserta tidak hanya memahami teknologi yang digunakan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai bagaimana organisasi dapat membangun pendekatan keamanan yang lebih matang dan berkelanjutan.
Pelajaran dari Operasional Security Operations Center (SOC) Modern

Salah satu insight utama dari sesi diskusi BCSA bersama Defenxor adalah bagaimana Security Operations Center (SOC) membantu organisasi membangun kemampuan keamanan yang lebih matang. Lebih dari sekadar monitoring, SOC modern berperan dalam mengintegrasikan proses deteksi, analisis, dan respons terhadap ancaman secara berkelanjutan.
Dalam sesi tersebut, Defenxor membagikan pengalamannya dalam mengelola layanan Managed Security Operations Center (Managed SOC) untuk berbagai organisasi di Indonesia. Melalui pemantauan 24/7, SOC membantu organisasi mendapatkan visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas keamanan sekaligus mempercepat proses identifikasi dan penanganan potensi ancaman.
Defenxor juga menjelaskan bagaimana teknologi mendukung efektivitas operasional SOC, termasuk pemanfaatan SIEM, Machine Learning, hingga AI untuk membantu proses analisis awal terhadap alert keamanan. Dengan dukungan teknologi tersebut, tim keamanan dapat lebih mudah memprioritaskan ancaman yang membutuhkan investigasi lebih lanjut.
Namun, penerapan teknologi perlu didukung dengan pendekatan operasional yang tepat agar SOC dapat memberikan dampak maksimal. Hal ini menjadi salah satu pelajaran penting bahwa efektivitas SOC tidak hanya ditentukan oleh tools yang digunakan, tetapi juga bagaimana organisasi mengelola proses keamanan secara berkelanjutan.
Tantangan Membangun SOC yang Efektif: Teknologi, Proses, dan Manusia
Meskipun SOC menjadi bagian penting dalam strategi keamanan modern, membangunnya secara efektif tetap memiliki berbagai tantangan. Dalam diskusi bersama BCSA, Defenxor menyoroti bahwa kesiapan proses dan sumber daya manusia menjadi faktor penting yang sering menentukan keberhasilan operasional SOC.
Salah satu tantangan utama adalah memastikan setiap alert dapat dianalisis dan ditindaklanjuti secara tepat. Tanpa proses yang jelas, koordinasi antar tim yang baik, serta pemahaman terhadap lingkungan infrastruktur, organisasi dapat kesulitan menentukan prioritas saat menghadapi potensi insiden.
Selain itu, organisasi juga perlu membangun budaya keamanan yang lebih kuat. Keamanan siber bukan hanya menjadi tanggung jawab tim IT atau keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh bagian organisasi dalam menjaga aset dan data digital.
Karena itu, SOC yang efektif membutuhkan keseimbangan antara teknologi, proses, dan keahlian manusia. Dengan fondasi yang tepat, SOC dapat membantu organisasi meningkatkan kemampuan deteksi, respons, dan kesiapan menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
Mempersiapkan Talenta untuk Mendukung Operasional SOC
Selain kesiapan organisasi, diskusi juga menyoroti tantangan lain yang semakin dirasakan industri, yaitu terbatasnya ketersediaan talenta cybersecurity. Dalam operasional SOC, peran security analyst menjadi sangat penting karena mereka menjadi penghubung antara teknologi deteksi dan keputusan respons.
Namun, tantangannya bukan hanya mencari individu yang memiliki kemampuan teknis. Industri juga membutuhkan talenta yang mampu berpikir analitis, memahami proses bisnis, beradaptasi dengan perubahan teknologi, serta bekerja secara kolaboratif ketika menangani insiden keamanan.
Melalui sesi berbagi pengalaman, Defenxor menjelaskan bagaimana pengembangan talenta menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Salah satunya melalui Defenxor Academy, program yang dirancang untuk membekali lulusan baru dengan keterampilan teknis dan pengalaman praktis sebelum terlibat langsung dalam operasional keamanan siber.
Bagi peserta BCSA, pembahasan ini memberikan perspektif membangun ekosistem cybersecurity tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara industri, institusi pendidikan, komunitas, dan pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan talenta yang siap menghadapi tantangan keamanan siber di masa depan. Inisiatif seperti inilah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem cybersecurity yang berkelanjutan.
Masa Depan SOC: Peran AI dalam Meningkatkan Cybersecurity Maturity
Perkembangan AI juga menjadi salah satu topik yang dibahas selama sesi diskusi. Teknologi ini membuka peluang besar bagi organisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional keamanan, mulai dari membantu mengidentifikasi pola serangan, mempercepat analisis data, hingga mendukung proses deteksi ancaman secara lebih cepat.
Di sisi lain, AI juga dimanfaatkan oleh pelaku ancaman untuk mengembangkan teknik serangan yang semakin canggih. Kondisi ini membuat organisasi perlu terus meningkatkan kemampuan keamanan, bukan hanya melalui adopsi teknologi, tetapi juga dengan memperkuat proses, kompetensi tim, dan strategi respons.
Diskusi antara BCSA dan Defenxor menunjukkan masa depan SOC bukan hanya bergantung pada kemampuan teknologi, tetapi juga bagaimana organisasi mengintegrasikan teknologi tersebut dengan manusia dan proses yang tepat. Pendekatan yang seimbang antara automation dan human expertise menjadi kunci agar SOC dapat terus berkembang mengikuti perubahan lanskap ancaman.
Baca Juga: Mengapa Perusahaan di Indonesia Membutuhkan Managed Security Services untuk Keamanan SaaS?
Membangun Cybersecurity Maturity melalui SOC Bersama Defenxor
Setiap organisasi memiliki tingkat kesiapan keamanan yang berbeda. Karena itu, membangun cybersecurity maturity membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, mulai dari peningkatan visibilitas, kemampuan deteksi, hingga kesiapan dalam merespons ancaman.
Melalui pengalaman dalam menyediakan layanan Managed Security Operations Center (Managed SOC), Threat Intelligence, Security Assessment, dan layanan keamanan lainnya, Defenxor bagian dari CTI Group, menjadi partner bagi organisasi dalam memperkuat kapabilitas keamanan secara menyeluruh. Didukung oleh teknologi, keahlian security expert, dan pendekatan yang terstruktur, Defenxor membantu organisasi membangun kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi ancaman siber.
Ingin mengetahui bagaimana SOC dapat mendukung peningkatan cybersecurity maturity organisasi Anda? Tim Defenxor siap membantu merancang strategi keamanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Hubungi kami untuk berdiskusi lebih lanjut.
Penulis: Wilsa Azmalia Putri - Content Writer CTI Group